Jumat, 03 Januari 2014

Coretan Pertama

Segalanya diawali dengan NIAT


إنما الأعمال بالنيات
Hadis di atas  sangatlah lumrah kita dengar atau baca. "Segala amal itu bergantung pada niatnya". Saya memang bukan ahli hadits, tapi saya adalah orang yang pernah belajar hadits dan berusaha mencoba mengamalkannya makna kandungan hadis. Oleh karena itu , kali ini saya tidak akan membahas makna hadis ini secara mendalam berdasarkan ilmu hadis, melainkan hanya mencoba membandingkan antara perilaku seseorang yang didasari dengan niat dengan yang tidak. Dalam ilmu psikologi istilah niat bisa disamakan dengan intention, artinya berkenaan dengan maksud atau tujuan. Niat itu haruslah disengaja dan disadari. Ketika kita mulai melakukan sesuatu, maka niat berada di sana. Demikianlah sekilas tentang makna niat.
Pernahkah kita merasakan perbedaan saat kita melakukan sesuatu dengan disertai niat dan saat tidak disertai niat? menurut pengalaman saya, niat itu adalah penguat dalam berperilaku. Misalnya, saat saya hendak pergi mengajar ke rumah murid. saat itu hujan cukup deras. Sudah dipastikan jalanan akan becek dan kendaraan (bajaj, yang biasa saya tumpangi) juga cukup sulit ditemukan. Namun, karena saya dari awal sudah niat datang mengajar untuk membantu murid saya dan belajar bersama, hujan sebesar apapun tidaklah menjadi halangan bagi saya untuk datang. Bahkan saya merasa tatkala kita punya niatan baik, yakinlah bahwa segala urusan dimudahkan oleh Allah SWT. Lain cerita saat saya mengikuti sebuah event selama 2 hari. Sejak diumumkan jadwal saja, saya tidak terlalu menggubris, hanya karena saya diwajibkan datang, akhirnya saya menghadirinya. tahukah kalian apa yang saya dapat? sepulang dari event itu saya hanya merasa lelah dan tidak mendapat banyak pengetahuan. Rugi waktu dan tenaga sudah tentu itu. ketika saya berpikir ulang seandainya saya mengawali datang ke event itu dengan niat yang lebih baik, mungkin saya akan mendapat hasil yang berbeda. dan banyak lagi cerita saya berkenaan dengan adanya niat atau tidak dalam berperilaku (beramal). begitu pula, teman-teman sekalian bukan?! 
Dengan adanya niat (baik), hasil yang kita peroleh dari suatu perilaku tentu jauh lebih memuaskan secara dhohir batin. apalagi jika setiap apa yang kita lakukan dilandaskan karena Allah Ta'ala, untuk mendapat ridho-Nya. Itulah yang senantiasa diajarkan oleh para guru dan orang tua kita sejak dulu. Perilaku yang murni dilandaskan karena Allah Ta'ala sungguhpun sulit dilaksanakan. kita manusia terlalu banyak menyibukkan diri atas pandangan sesama manusia. mungkin kiranya saya bisa kasih pengingat bagi diri saya sendiri dan teman-teman untuk senantiasa membiasakan mengawali segala sesuatu dengan basmalah dan mengakhirinya dengan alhamdulillah, sebagai dzikir (pengingat) bahwa kita bisa berperilaku atas kehendak Allah dan hanya untuk Allah. Semoga dengan demikian menjauhkan kita dari sifat riya (pamer) dalam beramal. 

#terinspirasi dari lagu RAIHAN
 "dimulakan dengan bismillah, disudahi dengan alhamdulillah
begitulah sehari dalam hidup kita, mudah-mudahan dirahmati Allah " 
 
wallahu a'lam bis showab